Kesahihan Dalil Qunut

Imam Syafi'i meskipun menyatakan sunnah melakukan Qunut, namun beliau tidak menyalahkan pendahulunya, Imam Abu Hanifah yang tidak melakukan Qunut. Begitu pula Imam Ahmad bin Hanbal yang tetap memuliakan Imam Syafi'i sekalipun beliau tidak menyatakan Qunut sebagai sunnah.

Berbeda dengan kelompok Wahabi yang dengan kedangkalan ilmunya malah menuduh bid'ah kepada yang melakukan Qunut, seolah mereka lebih pintar dan toleran dari para Imam Madzhab, sehingga hal tersebut mendorong penulis untuk menyusun risalah ini.

Sedikit banyak pembahasan tentang Qunut, mulai dari petunjuk dalil, hukum, macam-macam Qunut, tatacara dan jenis bacaannya, hingga kesimpulan hukum mengenai Qunut, akan dipaparkan secara sederhana dalam buku ini.


Judul Asli : -
Penulis : KH. Muhammad Hanif Muslih
Dimensi : Softcover 15 x 21 cm
Kertas : HVS 90 halaman
Berat : 100 gram
Harga : Rp. 29.000,-
Diskon : 20%
Netto : Rp. 23.200,-

Buku ini merupakan bagian dari Paket Membela Amaliah Aswaja (diskon 30%) karya KH. Muhammad Hanif Muslih, Lc yang khusus membahas seputar amaliah Ahlussunnah Wal Jama'ah yang banyak dikatakan sesat oleh kelompok Wahabi.

Penulis adalah Mursyid Thariqah Qadariyah Wan Naqsyabandi di Demak sekaligus pimpinan Ma'had Al-Futuhiyyah Demak saat ini. Selain berguru kepada ayahnya sendiri, Syeikhul Mursyidin Muslih Abdurrahman (Rais Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdhiyyah hingga tahun 1981 M), beliau berguru pula kepada Sang Pembela Aswaja Dunia, Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki di Makkah. Karenanya keluasan ilmu serta wawasannya tentang Aswaja tidak diragukan lagi.