Mutu Manikam Dari Kitab Al-Hikam

"Al-Hikam Ibnu Athaillah laksana wahyu. Andai shalat diperkenankan menggunakan selain Al-Qur'an, tentu akan dibacakan kata-kata Al-Hikam." Demikian komentar Al-Faqih Al-Banani yang dikutip Imam Ibnu Ajibah dalam kitabnya, Iyqadhul Himam Fi Syarhil Hikam.

Agungnya kitab Al-Hikam karya Imam Ibnu Athaillah yang menempati urutan kedua sebagai kitab Tasawuf yang paling banyak dikaji setelah Ihya Ulumuddin, menjadikan banyak Ulama berusaha untuk menjelaskan dan menguraikan berbagai makna serta rahasia dari kata-kata hikmah di dalamnya.

Tercatat 17 judul kitab telah ditulis para Ulama sebagai syarah (penjelasan) dari kitab ini. Diantara yang paling masyhur dan yang paling banyak digunakan pesantren di Indonesia adalah kitab ini, Syarhul Hikam karya Imam Muhammad bin Ibrahim An-Nafzi Al-Himyari yang dikenal dengan nama Ibnu Ubad Ar-Randi, seorang Ulama Sufi keturunan Bani Himyar yang lahir di kota Randi, wilayah Andalusia (Spanyol) dulu, lalu hijrah ke kota Fez, Maroko hingga wafat disana pada tahun 763 Hijriyah.


Judul Asli : Syahrul Hikam Imam Ibnu Athaillah
Penulis : Imam Ibnu Ubad Ar-Randi
Dimensi : HC 16 x 22 cm
Tebal : 650 halaman
Berat : 800 gram
Harga : Rp. 68.000,-
Diskon : 20%
Netto : Rp. 54.400,-