Syeikh Salim bin Abdullah Bin-Sumair

Syeikh Salim bin Abdullah bin Sa'id bin Abdullah dari keluarga Bin-Sumair, bermadzhab Syafi'i. Nisbahnya Al-Hadhrami karena lahir di desa Dzi Asbi wilayah kerajaan Al-Katiri, Hadhramaut, Yaman. Wafat di Batavia (Jakarta), Indonesia tahun 1271 H.

Semasa di Hadhramaut diangkat menjadi Qadhi dan penasihat Sultan Abdullah bin Muhsin Al-Katiri. Menjelang akhir hayatnya hijrah ke India, lalu ke Singapura, lalu ke Batavia (Jakarta) hingga wafat. Hidup sezaman dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani dan Sayyid Utsman Bin-Yahya (Mufti Betawi).

Guru
- Syeikh Abdullah bin Sa'ad Bin-Sumair (ayahnya)
- Syeikh Abdullah bin Ahmad Basaudan
- Habib Umar bin Seggaf Ash-Shafi (Assegaf)
- Habib Umar bin Zein Bin-Sumaith

Murid
- Habib Abdullah Haddar bin Thoha Al-Haddad[1]
- Habib Muhammad bin Salim As-Siri[2]
- Syeikh Ali bin Umar Baghuzah

Karya
- Safinatun Najjah Fima Yajibu 'Ala Abdi Maulah
- Fawaidul Jaliyah Fi Jazar An Ta'athi Hailar Ribawiyah

[1] Habib Abdullah Haddar bin Thoha bin Abdullah bin Thoha bin Umar bin Alwi Al-Haddad. Beliau digelari Haddar (Auman) karena suaranya yang lantang saat berdakwah. Datuknya Umar bin Alwi Al-Haddad adalah adik dari Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad.

Dari Habib Abdullah Haddar Al-Haddad sanad turun kepada anaknya, Habib Thohir bin Abdullah Al-Haddad, dari Habib Thohir turun kepada anaknya, Habib Alwi bin Thohir Al-Haddad (Mufti Johor dan guru di Jamiat Kheir), dari Habib Thohir turun kepada ulama-ulama Makkah seperti Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki dan Syeikh Hasan bin Muhammad Al-Masyayath, juga kepada ulama-ulama Indonesia seperti Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih, Habib Salim Bin-Jindan, KH. Abdullah Nuh dan KH. Abdullah Syafi'i.

Dari Habib Abdullah Haddar Al-Haddad juga sanad turun kepada Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Masyhur, dari Habib Alwi turun kepada anaknya, Habib Ali Al-Masyhur (ayah Habib Abu Bakar Al-Adni), juga kepada Habib Alwi bin Abdullah Bin-Syahab, dari Habib Alwi turun kepada ulama-ulama Tarim seperti anaknya, Habib Muhammad bin Alwi Bin-Syahab (ayah Ainu Tarim Habib Abdullah Bin-Syahab) dan Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz (ayah Habib Umar bin Hafidz).

[2] Dari Habib Muhammad bin Salim As-Siri sanad turun kepada Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri (lalu kepada Syeikh Muhammad bin Abu Bakar Badzu'aib) dan Syeikh Umar Hamadai Al-Mahrisi (lalu kepada Habib Ahmad bin Abu Bakar Al-Habsyi).

Postingan Populer